Lompat ke isi
Sistem
Universitas Tazkia
Talkshow & Seminar

Orasi Ilmiah Guru Besar Tazkia di Attaqwa: Tegaskan Peran Syariah Mengawal Era Digital

BEKASI, 8 September 2026. Guru Besar Akuntansi Syariah Universitas Tazkia sekaligus Pendiri Sakinah Finance, Murniati Mukhlisin menyampaikan orasi ilmiah bertajuk "Membangun Peradaban Unggul melalui Integrasi Syariah di Era Digital" dalam Sidang Terbuka Senat Wisuda Program Sarjana dan Magister Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi. Kehadiran pakar ekonomi syariah tersebut turut didampingi langsung oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Syariah (FEBS) Universitas Tazkia, Wiku Suryomurti, serta dihadiri jajaran pimpinan dan Dewan Pembina Yayasan Nurul Islam Islamic Center KH Noer Alie, perwakilan Kementerian Agama Republik Indonesia, Kopertais Wilayah II Jawa Barat, serta pimpinan daerah Kota dan Kabupaten Bekasi.

Universitas Tazkia Universitas Tazkia Penulis
Orasi Ilmiah Guru Besar Tazkia di Attaqwa: Tegaskan Peran Syariah Mengawal Era Digital

BEKASI, 8 September 2026. Guru Besar Akuntansi Syariah Universitas Tazkia sekaligus Pendiri Sakinah Finance, Murniati Mukhlisin menyampaikan orasi ilmiah bertajuk "Membangun Peradaban Unggul melalui Integrasi Syariah di Era Digital" dalam Sidang Terbuka Senat Wisuda Program Sarjana dan Magister Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi. Kehadiran pakar ekonomi syariah tersebut turut didampingi langsung oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Syariah (FEBS) Universitas Tazkia, Wiku Suryomurti, serta dihadiri jajaran pimpinan dan Dewan Pembina Yayasan Nurul Islam Islamic Center KH Noer Alie, perwakilan Kementerian Agama Republik Indonesia, Kopertais Wilayah II Jawa Barat, serta pimpinan daerah Kota dan Kabupaten Bekasi.

Dalam pemaparannya di hadapan para wisudawan dan segenap sivitas akademika, Murniati menekankan bahwa percepatan laju digitalisasi dan pesatnya adopsi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) menuntut pengawalan ketat dari nilai-nilai syariah. Ia menegaskan bahwa teknologi berperan sebagai instrumen daya (power), sementara syariah bertindak memberikan arah kompas (direction) agar pemanfaatannya berorientasi pada kemaslahatan publik sekaligus membentengi masyarakat dari manipulasi moral, jeratan utang konsumtif, serta melebarnya kesenjangan ekonomi.

"Kecerdasan buatan mampu menghasilkan teks dan menghitung risiko, namun manusia tetap memegang kendali penuh atas nilai, tujuan, dan keputusan akhir," tegas Murniati.

Lebih lanjut, Murniati mendorong terjadinya transformasi mendasar menuju konsep Digital Falah, yaitu ekosistem digital yang menitikberatkan kesejahteraan inklusif, keadilan, keberlanjutan, serta penciptaan nilai nyata (value creation). Guna menjawab dinamika tantangan zaman, ia menjabarkan tiga literasi kunci yang wajib dimiliki oleh lulusan perguruan tinggi Islam:

Literasi Digital: Penguasaan analisis data, pemahaman algoritma, serta mitigasi risiko etis dan keamanan siber.

Literasi Syariah: Penerapan prinsip keadilan, amanah, dan kerangka Maqashid al-Shari’ah (perlindungan agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta) sebagai fondasi pengembangan setiap inovasi.

Literasi Kemanusiaan: Penguatan rasa empati, integritas, kepemimpinan kolaboratif, serta akhlak karimah.

Sumber:

Humas Universitas Tazkia

Promo Promo